Rabu, 03 Juni 2015

ISI BLOG

        Pendidikan kecakapan hidup adalah pendidikan kemampuan, kesanggupan, dan keterampilan yang diperlukan oleh seseorang untuk menjalankan kehidupan. Tujuan pendidikan kecakapan hidup adalah menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutan mampu, sanggup, dan terampil menjaga kelangsungan hidup, dan perkembangannya di masa datang.



Ketika berkomunikasi, ada banyak hal yang harus kita kuasai dan mengerti, antara lain: 
1. Bagaimana kita mengenal diri kita sendiri.
2. Bagaimana kita mengenal dan memahami orang lain. 
3. Bagaimana kita mengekspresikan diri kita.
4. Bagaimana kita menegaskan kebutuhan kita. 
5. Bagaimana kita memberikan dan menerima masukan. 
6. Bagaimana kita mendengarkan pembicaraan dengan orang lain .
7. Bagaimana kita memengaruhi orang lain. 
8. Bagaimana menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan orang lain.
9. Bagaimana menjadi anggota sebuah tim/kelompok/grup. 
10. Bagaimana melakukan negosiasi.
11. Bagaimana menyelesaikan konflik. 
12. dan banyak Bagaimana lainnya. 


        Kemampuan tersebut di atas sangat memengaruhi bagaimana kita mempersepsikan diri kita terhadap orang lain, dan bagaimana orang mempersepsikan diri kita. Jika memiliki ketrampilan interpersonal yang tinggi, hal pertama yang kita rasakan adalah kuatnya rasa percaya diri,
untuk kemudian kita akan dihargai oleh orang lain, dan pada akhirnya kita akan dapat membangun hubungan yang harmonis dengan orang lain


Public Speaking

         Pada pertemuan kali ini, kami satu kelas di suruh maju satu persatu untuk public speaking di depan kelas, untuk melatih cara berbicara di depan umum, dan kami di berikan materi bebas apapun yang kami inginkan, dan setelah kami melakukan public speaking di depan kelas, lalu cara kami public speaking di nilai oleh pak lucky, di mana di beri tahu di mana letak kekurangan dan kelemahan public speaking kami, pak lucky juga memberikan cara atau trik agar kami tidak melakukan kesalah seperti itulagi saat melakukan public speaking, kami juga di ajarkan bagai mana cara berbicara di audiens yang ramai ataupun audiens yang sedikit, walaupun saya belum maju untuk public speaking di depan kelas, tpi banyak ilmu yang saya dapat pada kuliah minggu ini, di mana saya di ajarkan bagaimana cara menarik perhatian audiens dan membuat materi yang saya bawakan lebih menarik.


Sedikit tips dari apa yang telah saya pelajari :

1.Kuasai materi yang ingin disampaikan, seminimal mungkin kuasai 3 hari sebelum berbicara ke depan hal ini dilakukan agar anda lebih rileks dalam berbicara di depan banyak orang, jangan malam untuk belajar dari pada anda di tertawakan dan malu didepan banyak orang.

2. Belajarlah dari orang – orang sukses terutama pelajari cara berbicaranya dalam menguasai audiensnya.

3.Tarik perhatian para pendengar dengar dengan hal – hal yang ringan seperti joke kecil untuk mengembalikan perhatian mereka.

4.Persepsikan pikiran anda bahwa anda sedang berbicara dengan teman – teman anda agar anda lebih fleksibel dalam berbicara dan tentunya membuat anda tidak kaku dalam menyampaikan materi anda.




Mental Juara

        Menjadi seorang juara memanga tidak mudah, untuk menjadi sang juara kita perlu mental yang sangat kuat. Untuk menjadi sang juara perlunya pengorbanan yang sangat besar, belajar yang rajin dan semangat pantang menyerah untuk berani mencoba jangan pernah menyerah terhadap masalah yang kita hadapi semakin banyak masalah sebakin banyak tatatangan dan semakin banyak pula pengalaman itu menjadi kunci keberhasilan.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membentuk mental juara:

1. Inovasi :: Kita perlu melatih pemikiran kita agar selalu menjadi positif dan penuh kreativitas. Orang lain bisa saja menertawakan atau bahkan menghambat ide-ide kreatif kita, namun janganlah hal itu mematikan semangat untuk berubah menuju arah yang lebih positif.

2. Berfikir :: Berpikir dengan cepat namun tenang, adalah hal yang penting. Untuk dapat berpikir cepat, kita perlu membiasakan diri agar tetap fokus dan waspada setiap saat.

3. Totalitas :: Adalah penting untuk mempunyai totalitas dalam setiap hal yang kita kerjakan, artinya melakukan dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin, tanpa perlu adanya dorongan atau pengawasan dari orang lain.

4. Berpikir Dan Bertindak Seperti Seorang Juara :: Para pemenang selalu berpikir besar, melakukan aktivitas dengan disiplin, kerja keras, serta tidak mudah jatuh dalam keputus-asaan ketika mengalami kegagalan. Semua itu dilakukan dengan semangat melakukan yang terbaik.

5. Peka Terhadap Potensi Diri dan Peluang :: Kepekaan dalam menilai kemampuan atau potensi diri diperlukan agar kita mengetahui apa yang diperlukan untuk membuat diri kita terus bertumbuh dan berkembang menuju hidup yang berwawasan luas. Ketika dihadapkan dengan peluang yang bagus, berbekal potensi diri yang terus bertambah, kita akan menjadi lebih percaya diri untuk menyambar peluang-peluang yang ada.



Making Change

         Di tangan mereka yang mencintai perubahan, dunia berkembang begitu pesat tetapi tanpa disadari kita sudah tertinggal jauh, Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka mencintai perubahan namun belum ada perubahan yang mereka lakukan Sebenarnya secara alamiah orang cenderung tidak suka melakukan perubahan. Mengapa begitu? Alasannya antaralain:

1. Merasa enak di daerah nyaman (comfort zone) 
2. Takut mengalami kegagalan 
3. Tidak menyadari apa yang sedang terjadi 
4. Selalu mengeluh dan tidak berusaha mencari jalan keluar

Karena satu langkah yang terjadi itu adalah perubahan kecil yang kita lakukan. Jika hal trersebut kita lakukan setiap saat maka hal tersebut akan merubah diri kita. Perubahan itu bukan dari tangan mereka mereka yang memiliki segalanya, perubahan itu dimulai dari sendiri.



The Winner Never Give Up

          Pemenang adalah seseorang yg mampu mengalahkan banyak hal termasuk ego diri, rasa malas, dan banyak lainnya, pemenang bukanlah dia yang memiliki banyak uang, tetapi pemenang adalah dia yang mampu bersyukur, bertindak, berkelakuan baik untuk dirinya sendiri dan diri orang lain.

Ada 3 hal yang pak Lucky kategori kan mengenai golongan manusia, yaitu sebagai berikut:

1.Qutters

Orang yang memiliki sifat dan sikap qutter adalah orang yang paling rendah di banding golongannya lainnya. Golongan ini tidak menyukai tantangan, mereka selalu menghindari setiap tantangan yang ada. Mereka juga suka menolak kesempatan yang ada, sehingga dapat dikatakan mereka lebih suka bermals-malasan atau bermanja, dan tentumya golongan pertama ini lebih suka meninggalkan banyak tawaran, sehingga mereka lebih suka menikmati apa yang ada di depan mereka, hidupnya kostan, tidak memiliki kemauan untuk maju.

2.Campers

Campers, adalah mereka yang memiliki sikap dan sifat mudah puas, sehingga mereka apabila mengerjakan suatu pekerjaan hanya secukupnya saja. Mereka adalah type oarang yang enggan melakukan upaya lebih, sehingga dari sifat tersebut mereka adalah type oarang yang mudah puas tentang apa yang mereka kerjaan. Sehingga dapat diartikan mereka seseorang yang menggebu-gebu saat akan melakukan suatu hal tetapi menyerah jika sudah cukup bagi mereka sendiri.

3.Climbers

Golongan Climbers, mereka adalah golongan ter baaik, terhebat dibanding dua(2) golongan awal tadi. Golongan ini, adalah golongan yang selalu bersemangat ketika melakukan suatu pekerjaan, mereka juga selalu berupaya maksimal ketika melakukan apa yang mereka inginkan. Tidak mudah putus asa, sehingga mereka selalu memikirkan berbagai macamkemungkinan. Dari sifat-sifat tersebut, mereka selalu berani dan berusaha melakukan hal baru yang menarik dan menantang. Type ini dapat di simpulkan type pemenang.









Setalah mendapat pelajaran, cerita, nasehat dari  Bpk Lucky B Pangau S.Sos MM, saya lebih bersemangat, lebih berani, dan tentunya sadar bahwa kekurangan yang ada dalam diri saya seperti rasa malas, rasa tidak percaya diri, rasa takut dan lainnya datang dari dalam diri saya, dan hanya saya yang dapat mengubah dan merubahnya.
Semoga saya benar-benar menjadi pribadi yang sangat baik lagi. Aammin.